Gaya Rambut Pria Yang Populer Gaya Rambut Pria Yang PopulerCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
general

Gaya Rambut Pria yang Sedang Tren di Indonesia Tahun Ini: Panduan Lengkap

Cari tahu gaya rambut pria yang lagi tren di Indonesia tahun ini. Dari potongan undercut hingga tekstur natural, simak panduan lengkapnya.

4 Apr 2026 · 6 menit baca · oleh Dimas Pardede Subagyo
Gaya Rambut Pria yang Sedang Tren di Indonesia Tahun Ini: Panduan Lengkap

Halo, saya Dimas Pardede Subagyo. Saya tinggal di Denpasar dan udah tiga tahun ini saya nulis soal tren rambut pria. Setiap kali mampir ke barbershop langganan di daerah Renon, selalu ada aja model baru yang dicoba para pria. Dari yang tadinya rapi ala office look, sekarang banyak yang lebih santai tapi tetap stylish. Nah, pertanyaan yang paling sering muncul di Google, "Apa gaya rambut pria yang sedang tren di Indonesia tahun ini?" langsung saya coba jawab tuntas di sini.

Jawaban singkatnya: tahun ini, tren rambut pria di Indonesia didominasi oleh gaya yang natural, mudah diatur, dan nggak butuh banyak produk. Potongan kayak textured crop, modern mullet, dan taper fade dengan variasi panjang di atasnya jadi primadona. Banyak pria Indonesia mulai beralih dari rambut yang disisir rapi ke belakang (slick back) ke gaya yang lebih kasual dan bertekstur. Ujungnya, rambut jadi lebih mudah dirawat dan cocok buat cuaca tropis yang panas dan lembap.

Kenapa Gaya Rambut Natural dan Bertekstur Jadi Tren Tahun Ini?

Kalau saya pribadi, alasan utamanya karena perubahan gaya hidup. Setelah beberapa tahun lalu banyak orang kerja dari rumah, kebiasaan untuk tampil rapi tapi nggak kaku terbawa sampai sekarang. Pria Indonesia, terutama yang berusia 20-40 tahun, mulai sadar bahwa rambut yang terlalu "berantakan" atau terlalu "licin" itu kurang pas. Mereka pengen gaya yang terlihat effortless, seolah-olah nggak butuh waktu 15 menit di depan kaca.

Contoh konkretnya, saya punya teman, sebut saja Andi, seorang graphic designer di Denpasar. Dulu rambutnya selalu di-slick back pakai pomade keras. Sekarang, dia beralih ke potongan textured crop. Rambut atasnya dipotong layer-layer tipis, lalu pakai clay atau sea salt spray biar teksturnya keluar. Dia bilang, "Gue nggak perlu sisiran lama, cukup acak-acak pakai tangan, udah jadi." Ini yang bikin gaya natural kayak textured crop dan modern mullet naik daun.

Selain itu, tren ini juga didorong oleh selebritas dan influencer Indonesia. Banyak aktor dan musisi yang tampil dengan rambut bertekstur. Misalnya, potongan rambut ala two block yang dulu populer di Korea, sekarang diadaptasi dengan tekstur yang lebih kasar dan nggak terlalu rapi. Di barbershop dekat rumah saya, potongan two block textured jadi permintaan paling banyak, sekitar 60% dari total pelanggan pria usia 20-35 tahun. Jadi, tren ini bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kepraktisan Cerita dari sudut lain di kenapa gaya fade sering direkomendasikan untuk pria berwajah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Gaya Rambut Tren Tahun Ini?

Oke, sekarang kita bahas caranya. Nggak semua potongan rambut cocok buat semua orang. Tapi, ada beberapa langkah umum yang bisa kamu ikuti.

Pertama, konsultasi dengan barber. Ini penting bangeet. Jangan cuma tunjuk gambar dari Pinterest lalu bilang, "Saya mau ini." Setiap orang punya bentuk kepala, tekstur rambut, dan garis rambut yang beda. Barber profesional di Indonesia, terutama di kota besar, udah paham soal ini. Misalnya, kalau kamu punya rambut tipis, potongan textured crop bisa bikin rambut kelihatan lebih tebal. Tapi kalau rambutmu keriting, modern mullet malah bisa jadi pilihan yang keren.

Kedua, pilih teknik potong yang tepat. Tahun ini, teknik taper fade masih jadi favorit. Bedanya, tahun ini fadenya nggak terlalu tinggi. Biasanya mulai dari atas telinga ke bawah, jadi transisi dari rambut pendek ke panjang lebih halus. Sementara di bagian atas, barber akan menggunakan teknik point cutting atau texturizing untuk menciptakan tekstur alami. Saya ingat, waktu pertama kali minta potongan textured crop di barbershop langganan, barber-nya pakai gunting khusus yang bergerigi untuk memotong ujung rambut. Hasilnya, rambut saya nggak kaku dan bisa diatur ke depan atau ke samping Ringkasannya pernah saya buat di review monitor gaming dengan refresh rate tinggi.

Ketiga, soal produk rambut. Jangan asal pakai gel atau pomade keras. Untuk gaya natural, produk yang paling recommended adalah clay atau sea salt spray. Clay memberikan hold ringan sampai sedang dengan finish matte, jadi rambut nggak kelihatan mengkilap. Sementara sea salt spray bikin rambut lebih bertekstur dan bergelombang alami. Harga produk ini bervariasi. Untuk clay lokal, biasanya mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per jar. Kalau mau yang impor, bisa sampai Rp 300.000. Tapi, buat pemula, saya saranin coba produk lokal dulu. Kualitasnya sudah bagus dan cocok dengan iklim Indonesia.

Apa Risiko Memilih Gaya Rambut yang Sedang Tren?

Nah, ini yang sering dilupakan. Setiap tren pasti ada risikonya. Gaya rambut yang lagi tren belum tentu cocok buat semua orang. Risiko paling umum adalah bentuk wajah yang nggak match dengan potongan yang dipilih.

Misalnya, potongan modern mullet yang punya rambut panjang di belakang dan pendek di samping. Potongan ini sangat bergantung pada bentuk rahang dan leher. Kalau kamu punya wajah bulat atau leher pendek, mullet bisa bikin proporsi tubuh kelihatan aneh. Saya pernah lihat seorang teman yang memaksakan diri potong mullet karena lihat idolanya. Hasilnya? Dia malah kelihatan kayak habis kena angin topan, karena rambutnya terlalu tipis di samping dan terlalu tebal di belakang. Dia akhirnya harus potong pendek lagi sebulan kemudian.

Risiko kedua adalah perawatan. Gaya rambut bertekstur kayak textured crop memang terlihat mudah, tapi sebenarnya butuh perawatan rutin. Kamu harus potong rambut setiap 3-4 minggu sekali untuk menjaga bentuknya. Kalau tidak, teksturnya akan hilang dan rambut jadi kusam. Biaya potong rambut di barbershop di Denpasar, misalnya, berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000. Kalau sebulan sekali, setahun bisa habis Rp 600.000 sampai Rp 1.800.000. Belum lagi biaya produk perawatan kayak shampoo khusus dan clay. Jadi, pastiin kamu siap secara finansial dan waktu.

Risiko ketiga adalah tren yang cepat berubah. Tahun lalu, undercut dengan garis tegas masih populer. Sekarang, tren bergeser ke taper fade yang lebih halus. Kalau kamu terlalu mengikuti tren, kamu bisa ketinggalan zaman dalam hitungan bulan. Solusinya? Pilih gaya yang sesuai dengan karakter rambut dan kepribadianmu, bukan cuma karena lagi tren. Gaya klasik kayak pompadour atau side part yang dimodifikasi dengan tekstur ringan bisa jadi pilihan aman yang tetap terlihat modern.

Berapa Biaya untuk Mendapatkan Gaya Rambut Tren Tahun Ini?

Biaya untuk mendapatkan gaya rambut tren tahun ini bervariasi, tergantung pada lokasi, barber, dan produk yang kamu gunakan. Saya coba rinci berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman di Denpasar.

Pertama, biaya potong rambut. Di barbershop kelas menengah di pusat kota, harga potong rambut pria biasanya Rp 75.000 sampai Rp 150.000. Untuk potongan textured crop atau modern mullet, biasanya harganya sama karena tekniknya nggak jauh beda. Tapi, kalau kamu pergi ke barbershop premium di mall, bisa sampai Rp 250.000. Sementara itu, di barbershop pinggiran atau tradisional, harganya bisa lebih murah, sekitar Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Tapi, hasilnya mungkin nggak sesuai ekspektasi karena barber-nya belum tentu paham tren terbaru.

Kedua, biaya produk rambut. Seperti yang saya sebutin, clay lokal mulai dari Rp 50.000. Saya pribadi pakai clay merek lokal yang harganya Rp 75.000 dan bisa bertahan 2-3 bulan. Kalau kamu mau sea salt spray, harganya sekitar Rp 60.000 sampai Rp 100.000. Jangan lupa juga shampoo yang sesuai. Untuk rambut bertekstur, shampoo tanpa sulfate lebih disarankan karena nggak bikin rambut kering. Harganya sekitar Rp 40.000 sampai Rp 80.000.

Ketiga, biaya perawatan tambahan. Beberapa pria memilih untuk melakukan hair treatment kayak keratin atau botox rambut untuk membuat rambut lebih halus dan mudah diatur. Biayanya mulai dari Rp 200.000 sampai Rp 500.000 per sesi. Tapi, ini opsional. Untuk gaya natural, sebenarnya nggak perlu treatment mahal. Cukup rajin potong rambut dan pakai produk yang tepat.

Jadi, total biaya awal untuk memulai gaya rambut tren tahun ini bisa sekitar Rp 150.000 (potong + produk) sampai Rp 500.000 (potong premium + produk impor). Perawatan bulanan berikutnya sekitar Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Lumayan, tapi sebanding dengan penampilan yang lebih percaya diri.

Pada akhirnya, gaya rambut pria yang sedang tren di Indonesia tahun ini

Topik terkait: Kenapa gaya fade sering direkomendasikan untuk pria berwajah

Sumber lanjutan: sumber resmi

Tag: #gaya rambut pria #tren rambut 2026 #potongan rambut pria #rambut pria Indonesia